Melihat sang petinggi perusahaan itu mendekat kearahnya dengan ramah, Larrissa sedikit grogi. “Selamat untuk apa, Tuan Haris?” tanya Larrissa sedikit bingung. Haris tertawa terkekeh, dirinya dan Larrissa memang sedikit akrab, karena sang sekretaris yang selama ini sudah memback up secara penuh pekerjaannya. Larrissa menoleh kearah wanita cantik di samping sang putra pemilik perusahaan, yang dia kenal sebagai istri sah pria tampan itu. “Selamat datang, Nyonya. Maaf, jangan salah faham. Tuan Haris memang sedikit aneh hari ini, beliau terlihat sangat ramah dan bersahabat hari ini…” ucap Larrissa menatap Sonya dengan sopan. “Kau! Beraninya berkata seperti itu, seolah kau memberi tahu istriku, bahwa aku selama ini tidak ramah padamu!” tandas Haris menatap tajam kearah Larrissa. “Becanda,

