“Heh! Jangan coba-coba kau lari dari sini Sony! Karena itu tidak akan berhasil…” ucap Tanya menatap tajam kearah Sonya yang tengah menggigil dengan wajah pucat. “Heh! Wajah kamu gak usah sok dramatisir gitulah! Lebay tau!” lanjut Tanya lalu berjalan menuju kearah luar. Dia berjalan terus ke sebuah ruangan di sana terdapat kursi dan meja kerja, dengan ranjang kecil. “Jadi, kamu tidur di sini Jodie?” ucap Tanya menoleh kearah Jodie. “Iya, Nona.” “Karena ini adalah tempat tinggal kamu, maka aku akan memberikan kenangan yang indah di tempat ini, kemarilah…” bisik Tanya manja kepada Jodie. Jodie melangkah perlahan, hingga Tanya menarik tangannya dan mengunci pintu, dengan sigap Tanya meraih bibir Jodie yang tipis dan merah dengan buas. Tanpa sadar mereka telah menanggalkan pakaian satu de

