“Heii… kenapa kalimatmu terhenti, Sayang? Ada apa ini. Aku kembali ke tempat ini karena takut terjadi sesuatu di tempat ini, aku takut Matthew berbuat onar dan kau bisa kena imbas, dan ternyata tidak. Kau baik-baik saja, hanya saja kau pucat, ada apa?” tanya Brandon membuat jantung Sofia seperti hendak melopat dari sarangnya. “Kau tidak berbuat aneh-aneh bukan?” tanya Brandon lagi, membuat Sofia menggigit bibirnya sembari memejamkan matanya. “Tuan Brandon. Aku bersyukur di negara ini mengenalmu dan bertemu kalian berdua. Aku sungguh merasa ini adalah hadiah bulan maduki yang tak terhingga…” ucap Sonya mendekat kearah Brandon dengan tersenyum manis dan wajah ramah, maklum saja bagi Sonya, Brandon adalah salah satu pria penyelamat untuknya. Tentu saja dia harus berbuat baik dan tidak ingin

