“Kau berani-beraninya menganiaya majikanku, sini aku bales! Cari lawan itu yang seimbang, jangan orang lemah yang di tindas!!” teriak histeris wanita tua itu menjambak rambut Tanya sembari memukul dan menginjak kaki Tanya. Membuat Tanya kesakitan. “K-kau! Wanita tua miskin, beraninya kau menyentuh tubuhku. Awas kau aku akan membalasmu, aku akan menghancurkanmu. Kau akan menerima akibatnya!” teriak Tanya sembari terus melawan wanita yang di percaya Haris untuk membantu menjaga ibu mertuanya. “Kenapa nunggu nanti, hah?! Sekarang aja, langsung bantaiii! Kau pikir aku takut? Kau tidak ada apa-apanya di banding Nona Sonya. Dia pantas buat Tuan Haris. Kau tak ubahnya hanya seonggok sampah di jalanan, jangankan menjadi pasangannya, dekat saja tidak pantas!” ucap Darni tak mau kalah sedikitpun d

