Sebelum Edward sempat bicara banyak atau Arya membela diri, Wira dan Renata sudah masuk ke ruangan itu dengan langkah tergesa. Suasana seketika membeku, ketegangan membalut setiap sudut. Mereka hadir bukan tanpa alasan. Tak ingin Wira mencium ada masalah yang sedang terjadi, khawatir pikiran pria tua itu jadi berat dan kesehatan yang sudah rapuh makin memburuk, mereka akhirnya bungkam. Namun, Edward menatap dalam, janji terucap lirih penuh tekad: malam ini juga, semuanya harus tuntas. Makan malam itu berubah jadi arena diam yang menyiksa. Edward, yang biasanya bersikap manis untuk istrinya, kini membisu seperti menyimpan badai dalam d**a. Sementara Arya, dengan keringat dingin yang menggenang, tampak gelisah tak karuan. Ruangan yang seharusnya hangat, terasa dingin dan penuh kegelisahan.

