Bab 10

1048 Kata

Kirana duduk di kursi belakang. Menatap pada jalanan menuju ke rumah Tora dan Murni. Rasa gugup membuat Kirana memainkan tangannya. Tapi rasa lapar dirasakan olehnya sekarang lebih mendominasi. Di hotel tadi. Kirana tidak sempat untuk sarapan. “Hem … Om. Saya lapar. Bisa makan dulu.” Kirana menatap penuh keraguan pada Tora yang duduk di depan lalu menoleh ke belakang sebentar. Tora mendengar apa yang dikatakan oleh Kirana mengangguk. “Murni kita makan dulu ya.” Ucap Tora lembut pada Murni. “Iya, Mas. Kasihan itu Kirana dia kelaparan. Tadi nggak sempat sarapan di hotel ya Kirana. Keburu kita mau pulang.” Ucap Murni lembut. Kirana mendengar apa yang dikatakan oleh wanita itu padanya mengangguk. Hem, dia memang tak sempat makan. Kepalanya saat bangun tadi terasa sangat pusing sekali.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN