Udara siang di Puncak terasa lebih hangat dibanding pagi tadi. Kabut sudah menipis, meninggalkan pemandangan lembah yang luas dan hamparan kebun teh yang memantulkan cahaya matahari lembut. Di teras villa, sebuah meja kayu panjang sudah dipenuhi beberapa cangkir teh hangat dan camilan sederhana. Murni duduk dengan tenang di kursinya, kedua tangannya memegang cangkir porselen kecil. Uap tipis naik dari teh yang baru saja ia sesap. Kirana duduk tidak jauh darinya, tubuhnya tegak dan sikapnya masih seperti biasa—tenang, rapi, sedikit berhati-hati. Rafan duduk di kursi sebelah, menyandarkan punggungnya dengan santai, satu tangan memegang ponsel yang sebenarnya tidak terlalu ia perhatikan. Tora duduk di ujung meja, sesekali memandang pemandangan kebun teh yang membentang di depan villa. S

