116 | Perasaan

1601 Kata

"Silakan, itu hak Mas Jagat. Ya, sama dengan aku, nggak mengartikan spesial itu hak aku." Denial? Padahal semalam sampai sudah berpagut, Seruni sebagai yang memulai pula. "Kamu yakin nggak spesial?" Ucapan Jagat pelan, sorot matanya lembut. Saling tatap. "Nggak yakin," jawab Seruni, agak membisik. "Tapi rasanya jahat buat diriku sendiri kalau mengartikannya spesial." Dan Seruni mengatakan kejujuran. Artinya memang spesial, tetapi ada sisi di hidupnya yang masih sangat tidak terima kalau dia mengaku spesial. "Terus kenapa kamu pakai cincinnya?" Hening untuk sesaat. "Kenapa kamu cari-cari cincin yang udah kamu buang dan sekarang ada di sini?" Sambil Jagat raih jemari Seruni, me-notice cincin pemberiannya di sana. "Dan kamu mencium mantan suamimu yang berengsekk itu." Vokal Jagat j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN