114 | Check in

1313 Kata

Berkali-kali Seruni melongok ke jok belakang. Dapat dia lihat ada banyak mainan, lalu botol s**u, hingga dot empeng. "Itu mereka anteng selama perjalanan ke kantor tanpa ada sus?" Mari alihkan obrolannya pada yang lebih bermutu daripada bahas soal semalam terus. Seruni agak ... gitu, deh. Jagat menoleh sesaat. "Iya. Hebat, ya?" "Jujur aja kalau mereka nangis." "Nggak, kok. Kan, kamu pernah bilang kalo si kembar suka naik mobil. Mereka beneran anteng, Mas aja gak nyangka. Tapi sempet dikasih empeng, sih. Yang penting mulutnya sibuk, jadi gak bosan. Ada mainan juga. Terus Mas puterin lagu anak-anak," jelas Jagat. Dia nyalakan lagi lagunya. Auto bunyi. Anak ayam piyik-piyik~ Kakak ayam pitik-pitik~ Tahu, kan, lagu apa? Betul. Judulnya "Ayam Piyik". "Tuh, lihat tangan Zero," ujar Ja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN