"Uni, duduk dulu sini," sela mami di kala Seruni melenggang masuk rumah. Berbeloklah arah pijakan Seruni ke sofa. Tadinya mau langsung luncur ke kamar. Tapi pas sekali, Seruni juga perlu bicara dengan maminya. Tampak mami meletakkan cangkir yang tadi dipegangnya di meja, di sisi kue. Beliau sedang menikmati kudapan sore sembari melihat-lihat majalah fashion. "Mami nggak akan berhenti nanya soal keputusan kamu yang mau diajak rujuk sampai hari H pernikahan itu datang," katanya. Sorot mata tertuju tepat di manik sang anak. Oke. Lalu? Mami bersedekap dadaa. "Yakin? Nggak mau berubah pikiran? Dilihat dari mana sebenernya bahagiamu ada di Jagat. Kok, Mami nggak ngeliat ada hal itu?" Seruni mencomot kue, mengunyahnya pelan di sebelum menjawab, "Yakin, Mi. Dan nggak ada rencana buat berub

