ZORION NOSTRA

1165 Kata

Tahun demi tahun berlalu … Tepuk tangan masih bergema di telinga Zorion, terkadang, di saat-saat sunyi. Sorak-sorai puluhan ribu pendukung yang menyebut namanya, "Zorion! Zorion!" bagaikan nyanyian abadi yang melekat di jiwanya. Tapi sekarang, yang memenuhi pendengarannya adalah deru angin yang melintasi perbukitan Tuscany dan dentang jam dinding kuno di ruang keluarganya. Zorion, sang mantan maestro sepak bola dunia, kini telah pensiun. Di usianya yang ke-33, keputusan itu terasa tepat. Tubuhnya, yang dulu adalah mesin yang sempurna, mulai menunjukkan tanda-tanda keausan. Cedera lutut yang pernah nyaris mengakhiri kariernya tiga tahun lalu sering kali mengirimkan sinyal nyeri, terutama di musim dingin. Keluarganya, terutama ayahnya, Donzello, mendukung penuh keputusannya. "Kau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN