Kerinduan Yang Membuncah

1719 Kata

Zorion mencium dan menangkap bibir Airine dalam sebuah ciuman yang dalam dan penuh kerinduan. Ini bahkan seperti sebuah serangan. Sebuah hukuman dan pelampiasan yang terjadi dalam waktu bersamaan. Bibir Zorion keras dan penuh tuntutan, menggali kenangan pahit dan manis yang selama tiga tahun mereka kubur. Airine membeku pada awalnya, matanya terbuka lebar, melihat bulu mata Zorion yang terpejam, kerutan di sudut matanya yang semakin dalam. Ada sebuah rasa yang familiar dari sentuhan itu, wangi khas Zorion yang begitu maskulin membuat tubuhnya berdesir. Kenangan manis mereka mulai berdesakan masuk. Kenangan ciuman pertama mereka dan kenangan berpelukan di ranjang setiap hari. Dengan lenguhan pelan, Airine pun menyerah. Tangannya merangkul leher Zorion dengan lebih erat. Bibirnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN