Penyakit Lisa Serius.

1045 Kata

Arman kembali ke sisi Alin dan duduk di kursi di sebelahnya. Ia melihat istrinya menunduk, wajahnya masih dipenuhi kekhawatiran. Alin menatap Davin yang terlelap dengan wajah mungilnya yang masih kemerahan karena panas. Perlahan, air mata mulai menggenang di matanya. "Aku minta maaf, Arman," ujar Alin dengan suara gemetar. "Seharusnya aku bisa menjaga Davin lebih baik. Ini semua salahku." Arman meraih tangan Alin dan menggenggamnya erat. "Sayang, jangan menyalahkan dirimu sendiri," katanya lembut. "Sakit itu adalah bagian dari hidup. Davin hanya bayi, dan ini bukan sesuatu yang bisa kita kendalikan. Kamu sudah menjadi ibu yang luar biasa." Alin menggeleng pelan, air matanya mulai jatuh. "Tapi aku merasa gagal, Arman. Aku harusnya lebih peka, aku harusnya lebih memperhatikan." Arman me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN