Di pagi hari, apartemen Arman dan Alin terasa hangat dan penuh kebahagiaan kecil. Di ruang tengah, Arman tengah duduk di karpet dengan Davin yang baru selesai dimandikan. Davin tertawa kecil, menggenggam mainan warna-warni yang berbunyi setiap kali digerakkan. Arman tersenyum, menggoyang-goyangkan mainan itu sambil sesekali menirukan suara lucu yang membuat putranya tertawa semakin keras. Momen-momen seperti ini membuatnya merasa hidupnya lengkap. Arman kini lebih sering mengatur jadwal kerjanya agar berangkat lebih siang. Pengalaman beberapa hari lalu saat Davin sakit membuatnya sadar betapa berharganya waktu bersama keluarga. Rasa takut saat melihat putranya terbaring lemah di rumah sakit masih terpatri di benaknya, dan sejak saat itu, ia bertekad untuk lebih hadir bagi Alin dan Davin.

