Cahaya matahari yang hangat menembus jendela kamar rumah sakit, menerangi ruangan yang tenang. Arman duduk di kursi di samping tempat tidur Alin, matanya memandangi wajahnya yang masih terlihat lelah meskipun lebih tenang dibandingkan malam sebelumnya. Ketika Alin mulai membuka matanya perlahan, Arman menyapanya dengan lembut. “Pagi,” ucap Arman dengan senyum kecil, suaranya hangat dan penuh perhatian. Alin mengerjap beberapa kali sebelum menyadari keberadaan Arman di sisinya. “Pagi,” balasnya dengan suara pelan, masih terdengar lemah. Namun pandangannya segera tertuju pada sesuatu yang lain di dalam ruangan. Beberapa buket bunga berwarna-warni tampak menghiasi vas-vas di beberapa sudut ruangan. Matanya membulat terkejut. “Apa ini semua?” tanya Alin menunjuk ke arah bunga-bunga itu den

