Sampai akhirnya mereka sampai di sebuah apartemen yang tidak jauh dari kantor perusahaan. Mina dengan gugupnya mengikuti langkah Adrian dari belakang. Senyuman Mina mengembang melihat Adrian yang sekarang sudah dewasa, punggungnya lebar dan lebih tinggi juga. Dia tampan, ditambah lagi pencapaiannya yang begitu hebat. Mina benar benar bangga padanya. Tidak aneh saat Adrian membawanya ke sebuah penthouse, dia memang ssesukses itu. “Apa tidak apa apa jika saya meninggalkan tempat bekerja, Pak?” “Tantu tidak, kamu ke sini sebagai bentu tanggung jawab kamu. Kamu cuci ini.” Adrian membuka pakaiannya tepat di depan Mina, perempuan itu memalingkan wajahnya dan berdehem pelan. Sampai Adrian melemparkan baju padanya, untung dia tangkap dengan baik. “Sana, ada di belakang.” “Oke.” Mina melangkah

