Sesuai arahan dari Muza, Adrian tidak lagi menyia nyiakan kesempatan untuk dirinya menjemput Mina. Memamerkan pada sosok itu kalau dirinya sudah bisa menaiki motor dan menjadi pria sejati yang bisa antar jemput. Namun, ada kesedihan tersendiri ketika melihat Mina yang biasanya langsung berlari ke arahnya setelah melihatnya, kini hanya terdiam saja dan terlihat ragu. Bahkan perempuan itu memalingkan wajahnya. “Tadi pacar lu ngirim pesan sama gue kalau dompet sama hp lu kebawa sama dia, jadi gue diminta buat jemput lu.” Mina menatap Adrian khawatir. “Maaf ya repotin.” “Udah selesai?” “Belum, masih nyari buku.” “Buku apa?” Mina menunjukan buku catatannya yang menuliskan list tentang buku apa saja yang akan dia pinjam dari sini. dia gemas melihat rambut Adrian yang berantakan, ingin memb

