Adrian menatap rumah tetangganya dari lantai dua, mereka benar benar akan pindah. Rasanya sakit sekali, padahal hatinya masih berharap kalau Mina memberi kepastian sebelum dirinya benar benar pergi. Adrian sendiri bingung dengan perasaan wanita itu. jika dirinya kembali memaksa, malah akan sakit hati pada akhirnya. “Ian, ayok ikut ke sana, Nak. Mommy mau bantuin Mamanya Mina buat pindahan.” “Iya, Ian nanti nyusul, Mom.” “Maksudnya… mereka butuh bantuan tenaga buat angkutin barang barang.” Maya tersenyum dengan bingung dengan apa yang harus dikatakan pada sang anak. “Boleh?” padahal tau Adrian sedang tidak nyaman hatinya, tapi mereka butuh orang yang membantu. “Iya ayok.” Merangkul bahu sang Mommy yang sesekali bermanja. “Deketan sini, Mom. Hujan nanti kena air lagi,” ucapnya saat mere

