Perih

1743 Kata

Haris memperhatikan dokumen yang sudah dia tanda tangani, matanya tampak berkaca-kaca menatap ujung pena yang sempat berhenti di atas kertas, seolah ada sesuatu yang menahan tangannya. Namun hanya satu detik. Setelah itu, garis tanda tangan itu selesai, tegas, rapi, dan... final. "Semoga ini bisa menjadi hadiah ulang tahun terindah untuknya" ucapnya pelan, nyaris seperti berbicara pada dirinya sendiri. Ruangan itu hening. Pengacaranya hanya bisa menunduk, tidak tahu harus berkata apa. Untuk pertama kalinya dia melihat sosok Dokter Haris, yang selama ini dikenal tegas, rasional, dan tak tergoyahkan justru terlihat benar-benar kosong. "Gunakan cara terbaik untuk pengurusan instan. Saya ingin secepatnya selesai. Tapi ingat, saya tidak ingin ada satu media pun tahu." lanjut Haris. "Baik,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN