Bab 44

1542 Kata

Sudah satu minggu, Zoya masih murung di kamarnya, dia tidak pernah keluar kamar sama sekali, bahkan saat makan, Zeyn menemaninya di kamar. Dia juga tidak mninggalkan Zoya sama sekali. Dia meminta teman-temannya untuk mengurus perusahaannya sampai Zoya benar-benar sembuh. "Minum obat duku, Sayang." Ucap Zeyn menghampiri Zoya yang sedang melamun di sofa. Dia memberikan Zoya obat dan vitaminnya. Zoya sendiri tidak pernah menolak ketika Zeyn memberikannya obat dan semacamnya. "Kau ingin sesuatu?" Tanya Zeyn setelah melihat Zoya sudah selesai meneguk obatnya. "Tidak!" Zoya kembali menyandarkan kepalanya di sofa dan asik melamun. "Apa kau mau kita liburan? Bukankah kau ingin berkeliling dunia?" Ucap Zeyn nakun Zoya hanya diam saja. Jika saja tidak ada kejadian buruk yang menimpanya, mungk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN