Bab 154: Yang Hilang

1202 Kata

Seorang bocah mungil tersenyum manis memandang Citra dari kejauhan. Sepasang mata indahnya berbinar begitu hidup. Mata yang indah serupa mata Anshel. Ada kepercayaan diri dan keteguhan Banyu yang terpancar dari wajah indahnya. Tapi senyumnya serupa senyum ceria Mikayla. “Mama harus bahagia ya,” matanya berpendar indah menatap Citra. “Sayang.” Bocah kecil itu tersenyum riang. “Aku akan tunggu Mama, Papa, dan Kakak-kakak.” “Sayang, maafkan Mama.” “Tidak. Mama tidak salah. Mama harus bahagia sekarang bersama Papa dan Kakak-kakak. Aku akan bahagia di sini jika Mama juga bahagia.” Wajah itu tampak begitu bahagia menatap Citra. “Mama tidak boleh sedih lagi. Berjanjilah, Mama.” Citra mengangguk pelan. Air matanya perlahan menetes. “Mama, jangan menangis, please. Aku bahagia kok di sini.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN