Hidup dan Mati

1435 Kata

Happy Reading... . . . Vania sedikit terusik saat cahaya mentari yang begitu menyilaukan dan menerpa wajahnya. Kepalanya terasa berdenyut nyeri, perlahan-lahan dia membukakan kedua matanya dan melihat dirinya tengah berada di ruangan seperti gudang yang amat kotor. "A.. ada dimana aku? kenapa aku bisa berada di tempat ini? " batinnya seraya bangkit dari tidurnya. Ingatannya mulai pulih sekarang, sebelum berada di tempat ini, dia sedang menunggu Araz mengantri membeli es krim untuknya, tiba-tiba saja ada seseorang yang membekap hidung dan mulutnya dari belakang hingga membuatnya pingsan tak sadarkan diri. Terdengar suara pintu dibuka dari luar, seseorang masuk ke dalam dan berjalan menghampiri dirinya. " Ternyata kamu sudah sadar. " Suaranya terdengar familiar di telinganya. Sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN