Bab 109 - Semakin Hancur

1892 Kata

Naily tersenyum seraya menatap layar ponselnya yang menampilkan obrolan grup. Lebih tepatnya grup yang semua anggotanya merupakan keluarga Dinata. “Ada yang lucu? Kenapa kamu senyam-senyum begitu, Sayang?” tanya Gavin yang saat ini sedang menyetir dengan pelan. “Hampir semua penghuni grup menawarkan rumahnya untuk kita datangi. Mereka dengan senang hati mempersilakan jika aku mengobrak-abrik dapur mereka hanya untuk membuat nasi goreng,” jelas Naily. “Astaga. Ada-ada saja.” “Mereka semua seperti itu karena suamiku membuat pengumuman di grup kalau hari ini akan ke rumah seseorang untuk memenuhi ngidam-ku membuat nasi goreng di sana.” “Aku tidak bohong, kenyataannya kita sedang dalam perjalanan menuju rumah Yunda dan Dana.” “Maksudku … kenapa kamu memberi tahu mereka? Aku jadi merasa k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN