Sungguh, Evrina ingin merahasiakan kehamilannya setidaknya sampai ia bisa menemukan jalan keluar dan solusi terbaik untuk ke depannya. Namun, ia tidak menyangka mantan suaminya terlalu jeli hingga membongkar tempat sampah di kamar mandi yang memang masih tersisa bekas testpack-nya beberapa waktu lalu. Andai Evrina tahu akan begini jadinya, sudah pasti ia akan membuang bekas testpack-nya ke mana pun sejauh mungkin asalkan tidak bisa ditemukan oleh siapa pun terutama Deni. Namun, nasi telah menjadi bubur. Deni sudah telanjur tahu dan Evrina mustahil menyangkal dengan mengatakan itu adalah testpack milik orang lain atau eror. Sekarang yang bisa Evrina lakukan hanyalah tetap tenang meskipun sejujurnya hatinya dipenuhi kecemasan. Bagaimana tidak, mengetahui dirinya hamil saja sudah membuatny

