Salsa memaksakan diri untuk bangun, namun ringisan pelan lolos dari bibirnya saat merasakan nyeri di sekujur tubuh, terutama di bagian pinggang. Ingatan tentang kejadian semalam langsung membanjiri kepalanya, membuat wajahnya memanas seketika. "Ya Allah ... muka gue mau ditaruh di mana?" rutuknya pada diri sendiri sambil membenamkan wajah ke bantal. Salsa melirik ke sebelahnya, tidak ada Elang di sana. "Kemana dia? Cih, udah kabur aja. Dapet enaknya, langsung lupa, harusnya dia berterima kasih, apa kek!" gerutunya. Dengan langkah ragu-ragu, Salsa keluar dari kamar setelah membersihkan diri seadanya. Aroma kopi yang kuat menyambut indra penciumannya saat ia melangkah menuju ruang makan. Di sana, Elang sudah duduk dengan postur sempurna. Pria itu mengenakan kemeja putih licin tanpa

