Elang Pratama (3)

1310 Kata

Setelah suasana mencair gara-gara urusan cokelat satu dus tadi, Elang mengajak Salsa ke balkon ruang VVIP. Angin malam berembus pelan, membuat suasana terasa jauh lebih tenang dibandingkan ketegangan di koridor sebelumnya. Salsa akhirnya bersedia duduk berdua dengan Elang setelah memastikan Kakek Sanusi sudah tertidur nyenyak usai pemeriksaan lanjutan. Beberapa saat mereka hanya diam. Salsa menunduk, memperhatikan ujung sandalnya. Sementara Elang menatap lurus ke arah lampu-lampu kota yang berkelip di kejauhan. "Salsa," panggil Elang akhirnya, memecah kesunyian. "Saya minta maaf." Salsa menoleh sekilas. Matanya yang sedikit sembab menatap wajah Elang yang tampak lebih lelah dari biasanya. "Untuk apa?" tanyanya pelan. "Saya tidak tahu bagian mana dari perkataan saya yang membuat k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN