Para Penggoda-3

1021 Kata

**** Ternyata keberangkatan Bram dan Prabu ke Singapura bukan hanya rumor. Dua pria itu memang menerima undangan khusus dari rekanan yayasan dan mitra kampus internasional di sana, misi resmi yang mendesak dan nyaris tak bisa ditolak. Mereka pergi sejak lima hari lalu, tanpa anak dan istri, dengan alasan jadwal mereka akan padat dari pagi hingga larut malam. Tak ada ruang untuk sekadar jalan-jalan, apalagi bercengkerama. Dan tentu saja, alasan itu tidak membuat Rania dan Dita bahagia. “Gue tuh udah bela-belain nggak ngidam aneh-aneh,” keluh Rania suatu pagi sambil mengoleskan madu ke roti panggangnya. “Tapi ya mereka tetap aja pergi.” Dita, yang duduk di seberangnya, hanya mengangguk sambil menyeduh teh rosella. “Gue juga. Mas Bram sempat janji mau temenin gue lihat tukang interior min

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN