Masalah Baru-3

581 Kata

Winny buru-buru menyela, mencoba mencairkan suasana. “Maaf ya, guys… dia cuma, ya… kadang ngomongnya suka asal.” Gisellia pun menimpali, meski nada suaranya datar dan senyumnya dibuat-buat. “Iya, sorry. Karlina emang suka lepas filter. Nggak maksud gimana-gimana kok.” Rania, yang dari tadi memperhatikan dengan sikap tenang, akhirnya bicara. Nadanya rendah, namun penuh wibawa. “Kita semua di sini perempuan yang sudah berproses. Dari siswi biasa jadi ibu, istri, pengusaha. Harusnya kita saling angkat satu sama lain, bukan saling jatuhin. Yuk, kita makan lagi. Jangan bikin makanan ini kehilangan rasa cuma karena komentar yang nggak perlu.” Suasana meja mereda. Beberapa menarik napas dalam, sebagian lagi memilih menunduk atau pura-pura mengaduk makanan. Suasana yang dikiranya tenang mendad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN