Pion Permainan-3

749 Kata

Langkahnya terhenti. Matanya menyipit. Seorang perempuan berdiri terpincang, punggungnya bersandar pada dinding dengan tubuh yang nyaris ambruk. Rambut panjang yang diikat asal mulai terlepas, make up yang tadinya rapi kini sudah pudar oleh waktu dan mabuk. Gaun pastel berpotongan feminin tampak begitu kontras dengan kondisi tubuhnya yang kini lunglai. Verrel tak bisa langsung mengenalinya, tapi saat perempuan itu mencoba menegakkan tubuh lalu mengangkat wajahnya sedikit, cahaya lampu gantung mengenai sudut pipinya yang tirus, mata sayu yang mencoba tetap terbuka… Verrel menahan napas. Itu… Tasha. Sementara Tasha, dengan langkah gontai dan mata yang buram oleh alkohol, ia nyaris tak percaya pada sosok di hadapannya. Dia? Di sini? Sosok dingin yang menghancurkan harga dirinya bertahun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN