Pergi dan Kembali-2

764 Kata

“ASTAGA.” “Mbak... ini bukan apartemen. Ini kerajaan!” “Kita nyewa yang mana sih sebenarnya?!” Lantai kayu ek solid menyambut langkah mereka, disusul oleh ruangan berlangit-langit tinggi dengan jendela kaca setinggi dua lantai menghadap langsung ke lanskap kota Seoul yang mulai menyala di malam hari. Di sisi kanan, ruang duduk dengan sofa putih megah, lukisan abstrak besar, dan lampu gantung kristal menciptakan atmosfer seperti hotel bintang tujuh. Di sisi kiri ada dapur open space dengan bar marmer, rak wine, kulkas dua pintu, dan pencahayaan hangat yang sangat instagramable. “Ini... Mbak, kita beneran nyewa ini?” bisik Arini sambil berputar-putar dengan mata membesar. “Gue bahkan gak yakin bisa bayar pajaknya,” tambah Rizal, setengah panik, setengah takjub. “Dibs kamar utama!” teri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN