“Bu, siapa itu?” tanya Dita penasaran. Ayuning menoleh cepat dan tersenyum hangat. “Oh, kuwi Dario. Sepupune Bram. Putune Abiyasa, adik Bapake Bram. Lha kok tumben, nggenah rawuh saiki.” (Oh itu Dario. Sepupunya Bram. Cucu dari Abiyasa, adik dari bapaknya Bram. Tumben, baru datang sekarang.) Tak lama kemudian, pria itu melangkah masuk. “Tante Ayu!” sapanya santai, mencium tangan Ayuning dengan hangat. “Dario nuwun sewu telat rawuh...” Ayuning hanya menepuk bahunya. “Wes ora popo, Le. Kowe kudu kenalan karo bojo e Bram. Iki Dita.” (Sudah tidak apa-apa, Nak. Kamu harus kenalan sama istrinya Bram. Ini Dita.) Dario menoleh, menyunggingkan senyum ramah pada Dita. “Dita ya? Salam kenal. Akhirnya bisa ketemu juga. Maaf banget gak bisa datang waktu resepsi kemarin.” “Gak apa-apa,” balas Dita

