Ingin jadi Satu-satunya-3

1067 Kata

Orangtua Bram masih tinggal di rumah Eyang untuk beberapa hari ke depan, sementara Bram dan Dita akan terlebih dahulu mampir ke rumah keluarga Dita sebelum benar-benar berangkat ke ibukota. Maka sore itu, suasana berpamitan pun menghangatkan pelataran rumah besar bergaya minimalis yang kini perlahan diselimuti langit jingga. Ibu dan Bapak Bram, berdampingan, memberi nasihat dengan suara tenang namun penuh makna. Dita mendengarkan dengan khidmat, menunduk sesekali, sementara Bram hanya mengangguk kecil, tangannya tak pernah benar-benar melepaskan genggaman pada istrinya. Tak lama kemudian, Dario muncul dari dalam rumah, membawa senyum hangat dan kemeja lengan pendek yang sudah mulai berkerut karena seharian tak diganti. Ia langsung memeluk Bram erat, menepuk punggung sepupunya dengan sema

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN