“Sedang mandi, Pak.” “Yaudah kamu yang bilang ke suamimu, hasil pembahasan ‘Proyeksi Penyesuaian Kurikulum Integratif’ sudah mulai dibukukan. Kami sepakat untuk tidak menunggu koordinasi dari Yayasan yang lagi padat urusan, dan minta Bram meninjau langsung rancangan ‘Sistem Modul Kritis Interdisipliner’ minggu depan. Soalnya banyak kampus lain juga sudah mulai adaptasi.” “Iya, Pak. Nanti saya sampaikan.” “Terima kasih, Dita. Jangan lupa kerjakan tugas yang saya kasih.” “Hehehe, iya, Pak.” Telepon berakhir. Dan Dita masih memegang ponsel itu, matanya menatap layar yang meredup. Jadi... benar. Bram tidak berbohong. Dia benar-benar rapat. Sementara Dita, dia yang semalam sibuk menyusun kemarahan dari kecemburuan yang salah alamat. Ia menyandarkan diri ke kepala ranjang, mendesah pelan.

