Pagi yang Kelam-3

881 Kata

“Dita!” Ia melewati ruang tamu yang masih rapi, sofa berwarna krem dan rak buku yang baru disusun tiga hari lalu. “Dita, kamu di mana?” Langkahnya membawa ke ruang makan. “Dit!” Tidak ada jawaban. Ia naik ke atas, membuka pintu kamar satu per satu. Semua kosong. Kamar utama, ruang kerja, balkon belakang. Tidak ada bayangan Dita. Tidak ada suara. Hanya sunyi. Sampai akhirnya, suara dari arah dapur memanggil pelan. “Mas Bram...” Bram menoleh cepat. Di sana, berdiri Mbok Rasti. Wajahnya teduh, tapi tampak bingung. “Mbok,” Bram mendekat. “Dita ke mana?” Mbok Rasti menggigit bibir bawahnya sebelum menjawab. “Mbok pikir njenengan sampun mangertosi... Niku Mbak... mboten wonten. Meniko leres sampun tindak dhateng Kanada.” (Mbok pikir Mas Bram sudah tahu... Mbak tidak ada di rumah. Beliau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN