Satu Nama-3

1097 Kata

“Mas…” suara itu pelan, serak, menggantung di udara seperti bisikan mimpi yang terlalu nyata. Tatapan Dita menatap lurus padanya. Ada air mata, ada kerinduan, tapi juga hasrat yang entah dari mana datangnya. Bibirnya bergetar, wajahnya pucat, tapi mata itu… memohon. “Mas... Tolong...” ucapnya lagi, tangannya terulur, menyentuh udara seolah ingin menarik Bram mendekat. “Ya Tuhan…” Bram mengumpat lirih. Tatapannya melesat ke meja kecil dan melihat piring yang kosong. Cokelatnya itu… habis. Pantas saja tubuh Dita bereaksi seperti ini. Bram mengusap wajah, mengatur napasnya yang mulai memburu. Ia segera mengambil selimut, berniat menutupi tubuh Dita. Namun perempuan itu bergerak lebih cepat. Tubuhnya tiba-tiba bangkit, dan dalam satu gerakan yang terlalu cepat bagi otaknya yang letih, ia s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN