Hati yang Remuk-3

549 Kata

Suara langkah kaki mendekat menggema di lorong rumah sakit yang sunyi. Lambat, mantap, dan penuh ketenangan. Bram muncul dari ujung koridor dengan jaket panjangnya yang kini menggantung di lengan, rambutnya sedikit berantakan namun wajahnya tetap tenang. Begitu tiba di sisi Dita, ia menunduk, lalu mengusap kepala perempuan itu dengan lembut. Sentuhan yang tak hanya membawa kehangatan, tapi juga kekuatan. “Dokter sudah setuju. Kevin akan dipindahkan ke ruang VIP,” ujar Bram pelan. “Supaya kamu dan Claire bisa menunggui dengan lebih nyaman. Aku yang urus semuanya.” Dita tak mampu berkata-kata. Ia langsung memeluk Bram erat, tubuhnya gemetar di d**a pria itu. Pelukannya bukan sekadar pelukan terima kasih tapi juga rasa bersalah, rasa lega, dan ketakutan yang selama ini menumpuk di dadanya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN