Rencana yang Berantakan-3

571 Kata

Suara tawa Ashley menghilang bersamaan dengan pintu mobil yang ditutup rapat. Ia masuk, menstarter kendaraannya, dan menghilang dalam kelokan basement tanpa menyadari dua mata yang menatap punggungnya dari kejauhan. Dita dan Tasha saling berpandangan. Yang satu menggertakkan gigi, yang lain menggertak napas. “Lo harus waspada, Dit,” gumam Tasha sambil menyampirkan tas belanjanya ke bahu. “Jangan kasih celah sedikit pun. Keknya bakalan ada sesi ketemu deh sama Pak Bram.” Dita terdiam, menelan salivanya yang terasa tebal. Tiba-tiba udara Surabaya terasa lebih panas dari biasanya padahal mereka bahkan belum berangkat. “Udah anjir jangan dipikirin, gue bercanda. Gak mungkin bakalan ketemu juga. Surabaya luas, kampus juga gak Jayakarta doang. Yuk ah pulang, gue mau cepet-cepet ke apartemen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN