Langit yang Runtuh-2

701 Kata

Ia terus merapikan barang-barang, seolah tidak mendengar lagi apapun setelah itu. Bram memperhatikan bagaimana Ashley merawatnya. Gerak tangan yang sigap, nada suara yang masih familiar, dan perhatian yang pernah ia cintai, semuanya terasa seperti kilas balik yang enggan pergi. Tapi Bram tahu, ada batas. Ada garis yang tak bisa lagi dihapus atau dilompati. Saat Ashley tengah merapikan gelas air dan lipatan selimutnya, Bram membuka suara. Pelan, tapi cukup dalam untuk menggema di ruang sunyi itu. “Ashley,” ucapnya. “Kita sudah berakhir. Tolong berhenti melakukan hal-hal yang... bukan lagi kewajibanmu.” Gerakan tangan Ashley terhenti. Tubuhnya membeku. Ia menoleh perlahan, menatap Bram dengan pandangan tak percaya. “Kenapa?” bisiknya. “Kenapa harus berakhir, Mas? Kamu nggak pernah bilang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN