Jantungan-2

728 Kata

Astaga... pikirnya. Ini bukan istri. Ini biduan kelas berat. Bram memejamkan mata, memijit pelipisnya. Bukan karena makanan, bukan karena Dita yang cerewet. Tapi karena... dadanya benar-benar sakit sekarang. Sakit karena terlalu berisi imajinasi liar. Bram pikir deritanya sampai di sana. Tapi ternyata tidak. Malam itu justru menjadi babak baru yang membuatnya benar-benar ingin kabur dari tubuhnya sendiri. Pukul sepuluh malam, lampu utama ruangan telah diredupkan. Dita, yang sebelumnya sibuk menonton Netflix sambil memeluk bantal dan menertawakan adegan-adegan film, kini terlelap di sofa dengan posisi miring dan napas yang pelan naik-turun. Tanktop tipisnya tersingkap setengah, memperlihatkan garis tubuh yang nyaris tidak bisa disebut ‘tertutup’. Bra-nya tampak longgar, dan bagian bawahn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN