Masih Tempat Ternyaman-2

722 Kata

“Terus... kebetulan banget, kita malah jadi tetangga apartemen,” lanjut Dita dengan nada ringan. “Awalnya canggung, terus sering ngobrol, lalu ya... makin akrab karena kamu minta diajarin masak buat bikin pacarmu itu terpesona. Tapi semua berubah waktu Mama Jayeng dan Ibu Ayuning dateng ke apartemen dan... mendapati kita tidur bareng.” Bram membelalak. “Kita... tidur bareng?” Dita mengangguk santai. “Tidur pelukan doang ck, waktu itu dingin. Ya udah deh, daripada bikin heboh, kita sepakat pura-pura pacaran aja. Eh... malah dinikahin.” “Dan kamu setuju?” Bram menaikkan alis. “Kita sama-sama punya pacar. Jadi mikirnya waktu itu, udahlah, jalanin aja buat nutupin. Tapi…” Dita menaruh garpunya dan menatap Bram lurus-lurus, “...suatu hari kamu bilang, kamu pengen hidup sama aku selamanya. K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN