Tantangan Sepanjang Masa-2

1065 Kata

Dita langsung menyipitkan mata, pura-pura merenung. “Hmm… ide yang… membosankan.” Tapi kemudian ia tertawa, menepuk tangan Bram, “Tapi bagus. Nanti kita tanam bunga… lalu mandi bareng, ya.” Bram langsung tersedak. “Dita… kita sudah bahas. Tidak ada mandi bersama.” “Yaelah,” Dita menjulurkan lidahnya, lalu menyuapi Bram satu sendok sup, “tapi kan Mas belum nyoba mandi sama aku versi sekarang…” gumamnya nakal. Bram hanya menghela napasnya dalam, membiarkan Dita terus menggodanya sejak dari meja makan hingga mereka tiba di halaman belakang paviliun. Pelayan dari rumah utama telah menyiapkan tray besar berisi benih bunga, sarung tangan, sekop kecil, dan kompos dalam karung-karung kecil yang rapi berjajar. Matahari mulai menghangatkan bumi, tapi udara pagi masih cukup lembap untuk membuat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN