Bulan Madu-2

711 Kata

Prabu menghela napas, menatap wajah Rania yang kini memonyong manja. “Kamu tuh selalu berhasil bikin Mas nyerah.” “Jadi boleh?” Mata Rania berbinar. Prabu tertawa pasrah. “Yaudah, boleh. Kita ajak Daisy.” Rania langsung mengecup bibir Prabu penuh semangat. Prabu tertawa kecil, lalu menggoda, “Masa cium kayak gitu doang?” “Cium kayak gimana?” balas Rania sambil menaikkan alis. Seketika, bibir mereka bertemu lagi. Ciuman kali ini lebih dalam, lebih panas, penuh rasa dan hasrat yang sudah mulai merayap sejak dari dapur barbeque tadi. Tapi ketika tangan Prabu mulai merayap ke pinggang, terdengar rengekan pelan. “Buna... Sissy mau pipis…” Rania dan Prabu terhenti, menoleh bersamaan. Si kecil Daisy membuka matanya setengah sadar, lalu mengucek matanya sambil meringkuk. Prabu terkekeh, la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN