Tawanan Cinta-3

662 Kata

Prof. Wibisana tersenyum tipis, berusaha tetap terlihat kuat. Ia menepuk kepala Rania lembut. "Jangan cemas. Lain kali Ayah pasti nginap lebih lama. Kalian jangan pikirkan Ayah. Fokus sama bahagia kalian, ya?" Prabu mendekat, merangkul ayahnya, lalu mencium tangan beliau dengan penuh hormat. "Selamat ya, Rania," tambah Prof. Wibisana sekali lagi sebelum masuk ke mobil, ditemani Ibu Dahayu yang juga tampak cemas. Mobil mereka perlahan melaju keluar dari basement, meninggalkan Prabu dan Rania berdiri berdua dalam remang cahaya lampu-lampu parkiran. Prabu melingkarkan tangannya ke bahu istrinya. "Jangan terlalu khawatir, Sayang. Ayah kuat, kok," bisiknya menenangkan. Rania hanya mengangguk, bersandar sejenak ke d**a Prabu sebelum mereka berjalan kembali menuju lift. Malam itu langit Jak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN