Tidak Terduga-3

863 Kata

Mungkin Prabu sempat rebahan di sini? Entahlah. Yang jelas, malam itu Rania memutuskan untuk mandi air hangat, menggelung rambutnya, dan membungkus tubuh dengan kaus longgar sebelum membenamkan diri di atas kasur. Dan untuk pertama kalinya dalam beberapa malam... ia tertidur cepat. Bukan karena lelah, tapi karena aroma yang tertinggal. Aroma yang sebelumnya ia benci... tapi sekarang, entah mengapa, membuatnya merasa sedikit lebih tenang. Di sisi lain, Prabu tidak langsung tidur malam itu. Di kamar tamu yang sunyi, ia duduk di bawah cahaya temaram lampu baca, menekuri halaman-halaman buku tua yang tak benar-benar ia pahami. Pikirannya melayang, menari-nari di antara harapan dan ketakutan—besok, ia akan pulang bersama Rania. Pulang... kata sederhana itu kini terasa seperti mimpi. Ia ingin p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN