Nafsu yang Merindu-2

721 Kata

Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, Prabu masuk ke balik selimut, menyelip di sisi satunya, memeluk tubuh kecil Daisy dari belakang, dengan Rania tetap menggenggam tangan anak mereka. Malam itu, tanpa banyak kata, mereka tidur dalam satu dekapan utuh yang hangat— tiga hati dalam satu pelukan, dalam kamar masa kecil yang kini kembali menjadi rumah bagi cinta yang terus bertumbuh. **** Tyo menoleh ke arah tangga, langkah kaki menuruni anak-anak kayu itu terdengar pelan namun mantap. Prabu muncul dengan pandangan tenang dan tubuh santai, meski wajahnya masih menyimpan sisa lelah dari malam yang tidak sempurna. “Bagaimana Daisy?” tanya Tyo sambil mengaduk kopinya perlahan. “Sudah mendingan, Pak. Masih tidur sama Rania di kamar atas. Demamnya mulai turun,” jawab Prabu dengan nad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN