Rania di Bawah Prabu-2

710 Kata

“Ran, kamu harus jaga pergaulan ya. Jangan sampai sembarangan.” Rania menoleh, heran. “Emangnya kenapa, Pah?” Ibu ikut penasaran. “Iya, kenapa, Mas?” “Itu di cafe-nya si Rania... tadi Papa lihat. Ada yang ciuman. Si Tasha atau Dita, gak tahu, pokoknya sama cowok. Papa gak mau kamu ikut-ikutan. Kalau memang mau begitu... nikah aja sekalian.” Rania tercekat. “Iya, Pah...” ucapnya pelan. Tapi dalam pikirannya... bukan Tasha atau Dita yang ciuman. Itu dia. Dan Prabu. Sepanjang kunjungan ke rumah sang paman, kepala Rania tidak pernah benar-benar ada di tempat. Ia ikut menjenguk, ikut menyimak, bahkan ikut membantu memasak, tapi hatinya terbang—ke Prabu. Ke pria itu yang hingga kini tak membalas satu pun pesan. Dan itu membuat Rania resah setengah mati. Sebelum sore, ia berpamitan lebih du

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN