Kegelisahan Rania-2

732 Kata

Ibu Dahayu melipat tangannya, menatap Rania dalam-dalam. "Dia kayak menghindari kamu." "Enggak apa-apa. Semuanya aman kok." Rania menambahkan cepat, masih dengan senyum andalannya. "Ibu jadinya berangkat jam berapa?" "Belum tahu. Nanti Ibu kabarin lagi. Lihat situasi dulu, siapa tahu Prabu berubah pikiran dan akhirnya ikut." Rania hanya mengangguk, menelan harapan kecil yang sempat naik. "Oke deh, kalau gitu... Daisy mana? Rania mau anter dia sekolah, ya?" "Boleh, Sayang. Tuh anaknya lagi siap-siap di kamar sama mbaknya." Rania melangkah ke kamar kecil itu, mengetuk pintu pelan sebelum membuka. Dan di sana, ia melihat punggung mungil Daisy, sedang membenahi isi tasnya yang penuh dengan stiker dan gantungan lucu. “Dor!” “Ihhhh! Bunnnnaaa!” pekik Daisy sambil meloncat dan memeluk Ran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN