Cerita Aleeya

1281 Kata

Aleeya menatap sendok es krimnya, lalu mengaduk pelan lelehan rasa Lemon Basil yang sudah mulai mencair di mangkuk. Suasana di antara mereka tiba-tiba jadi lebih tenang, tapi bukan karena kehabisan bahan obrolan—melainkan karena pertanyaan Kaivandra yang menggantung dengan aura serius. “Aku dan Pak Kevin—” Aleeya mulai bicara pelan. “Nggak ada apa-apa diantara kami. Dia dosen pembimbing skripsiku. Sekarang juga jadi atasanku di tempat magang. Jadi memang wajar kalau kelihatan dekat.” Kaivandra menunggu, tidak menyela. “Aku menghormati dia,” lanjut Aleeya sambil menatap Kaivandra dalam-dalam, seolah ingin memastikan setiap katanya dipahami dengan jelas. “Bahkan mungkin aku menganggap dia kayak Kakak sendiri. Seseorang yang selalu ada buat bantuin, tapi tetap ada jarak profesional.” Adzr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN