Harap Maklum, Namanya Juga Aleeya

1185 Kata

Yang katanya lagi kesel sama calon suami— bilangnya mau ngambek dan mogok bicara, nyatanya kini dia sedang menunggu kedatangan pria kesayangannya itu di depan pagar rumah. Wajahnya yang tadi sempat kusut kini berubah ceria. Lantaran terus-terusan digoda oleh para tetangga yang baru pulang jalan-jalan sore. Pipi merah jambunya— dipadu padankan dengan dress motif bunga matahari membuat Aleeya terlihat semakin segar. Seperti jeruk sunkist yang baru saja dipetik dari pohonnya. Aleeya masih menunggu, sekarang duduk di depan pintu gerbang menggunakan kursi lipat yang digunakan oleh Opa Gio untuk memancing. Tak lupa, dia membawa camilan sebagai teman ngobrol dengan Pak satpam. “Btw, Mas Kaivandra kok gak sampai-sampai ya, Pak. Katanya tadi sudah dekat.” “Jam segini pasti macet di perempata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN