Semakin Dekat

1047 Kata

Makan malam akhirnya habis dengan sedikit paksaan dan banyak tatapan tajam dari Aleeya, mereka pun berpindah ke ruang keluarga. Lampu temaram membuat suasana malam terasa lebih tenang, meski benak Kaivandra jauh dari kata damai. Sofa empuk tak benar-benar memberi kenyamanan saat kepala masih riuh oleh percakapan sore tadi. Aleeya duduk di sebelahnya, menyandarkan punggung ke sandaran sofa sambil melipat kaki. Tangannya memainkan bantal kecil berwarna biru laut, sesekali menatap Kaivandra yang masih melamun. “Kamu nggak nanya?” tanya Kaivandra pelan, tanpa menoleh. Aleeya mengangkat alis. “Nanya apa?” “Kenapa aku bisa segitu marahnya sama mereka.” Aleeya diam beberapa detik. “Bukan nggak pengen nanya, tapi rasanya itu bukan hal yang bisa dijelaskan dalam sekali duduk. Jadi aku tunggu k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN